Senin, 20 April 2020

PERANAN GURU DALAM KEGIATAN BERMAIN DI TAMAN KANAK-KANAK



PERANAN GURU DALAM KEGIATAN BERMAIN DI TAMAN KANAK-KANAK


A.      Di taman kanak-kanak

Bermain adalah kegiatan yang sangat penting bagi anak-anak khususnya anak usia dini. Bermain merupakan upaya bagi anak untuk mengungkapkan hasil pemikiran dan perasaan serta cara anak menjelajah lingkungannya. Bermain juga membantu anak dalam menjalin hubungan sosial antar anak. Bermain itu menyenangkan karena ketikan bermain anak-anak bisa bebas mengekspresikan ide-idenya, imajinasinya dan perasaannya yang terkadang tidak selaras dengan kenyataan yang sebenarnya.

Kegiatan bermain ditaman kanak-kanak dapat di lakukan di dalam dan di luar ruangan.

Bermain di dalam ruangan
Bermain di dalam ruangan biasanya sedikit lebih tenang, ruang di dalam sebaiknya di rancang dan di tata sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai macam kegiatan apabila terjadi kegiatan tersebut berlangsung bersamaan diusahakan tidak saling menganggu. Contoh kegiatan bermain didalam ruangan di antaranya:

1)      bermain balok
Balok-balok kayu atau plastik merupakan alat permainan yang sangat sesuai sebagai alat untuk membuat berbagai konstruksi. Berrmain dengan balok sangat berharga. Melalui bermain dengan balok anak-anak mendapat kesempatan untuk melatih kerjasama mata, tangan dan koordinasi fisik. Peran guru dalam kegiatan ini adalah memperkenalkan balok-balok dengan meletakkan atau menyimpannya sedemikian rupa. Anak-anak harus membiasakan diri menyimpan kembali balok-balok setelah selesai menggunakannya. Anak juga harus berbagi dengan anak lain saat mereka bermain dengan balok.

2)      bermain dramatik
Dalam bermain dramatik anak berpura-pura menjadi orang lain atau menggunakan benda tetapi tidak sebagai fungsi sebenarnya. Bermain dramatik banyak menggunakan fantasi apabila berhubungan dengan orang yang disekitarnya dan berhubungan dengan apa yang pernah dilihatnya dari masyarakat sekelilingnya yang biasanya dengan bermain sosiodrama. Sebaiknya setiap TK mempunyai pusat bermain dramatik.

3)      dengan menggunakan meja
Kegiatan bermain ini disebut kegiatan meja(table activities). Materi yang dimainkan dalam kegiatan ini untuk mengembangkan motorik halus dan koordinasi mata, dan tangan. Materi pada kegiatan meja antara lain puzzle, tangga silinder dan kubus, menara gelang, lasy, games(halma, ular tangga, domino, monopoli dan lain-lain) dan materi yang bersifat akademik seperti melipat, mewarnai, menggunakan pensil, dan kertas.

Bermain di laur ruangan
Bermain di luar ruangan lebih banyak menimbulkan suara dan membutuhkan kekuatan dan lebih bersemangat dalam arti fisik. Bermain di luar membutuhkan lebih banyak ruang dimana anak dapat berlari, melompat, bersepeda dan kegaitann lainnya. Guru menyadari bahwa kegaiatan di luar ruang tidak hanya untuk mengembangakan motorik kasar saja. Alat-alat bermain diluar ruangan sebaiknya ditata sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan anak. Penting untuk diperhatikan bahwa kegiatan bermain diluar bukan semata-mata agar dapat melampiaskan energinya.


B.      Bermain di sekolah
Bermain disekolah dapat membantu perkembangan anak apabila cukup diberikan waktu, ruang, materi dan kegiatan. Anak-anak membutuhkan waktu tertentu untuk dapat mengembangkan keterampilantertentu ketika melakukan permainan. Tersedianya ruangan dan materi yang cukup memberi kesempatan pada anak untuk aktif dan produktif melakukan kegiatan bermain.

C.      Guru Dalam Kegiatan Bermain di Taman Kanak-Kanak
Peran guru adalah sebagai berikut :
1.      sebagai Perencana
Guru harus merencanakan suatu pengalaman baru agar anak didik terdorong untuk mengembangkan minat dan kemampuannya.
Perencanaan yang harus disusun guru adalah sebagai berikut :


  • sasaran yang ingin dicapai
  •  kegiatan bermain yang akan dilakukan.
  • dan bahan yang diperlukan (jenis dan jumlah)
  • kegiatan tersebut akan dilakukan(indoor atau outdoor)
  • waktu, berapa lama waktu yang untuk kegiatan bermain
  • dan evaluasi untuk mengetahui pencapaian tujuan / sasaran dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
Guru harus merencanakan hal-hal tersebut minimal satu hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan bermain ini terpadu atau terintegrasi dengan kegiatan belajar rutin.   
2.      sebagai Fasilitator
Artinya guru harus mampu memfasilitasi seluruh kebutuhan anak pada saat kegiatan bermain dan belajar berlangsung. Guru berperan dengan aktif,kreatif, dan dinamis.

3.      Sebagai Pengamat
Guru harus mengobservasi / mengamati hal-hal sebagai berikut :
a.      anak berinteraksi dengan anak lain dengan benda / mainan disekitar?
b.      lama seseorang anak melakukan suatu permainan?
c.      lama seorang anak melakukan suatu permainan?
d.   anak-anak yang mengalami kesulitan dalam bermain atau bergaul dengan teman sebayanya sehingga dapat memberi bantuan jika diperlukan?
e.      ada anak yang mengganggu / terganggu ketika bermain sedang berlangsung.

4.      Sebagai Model
Anak usia taman kanak-kanak adalah masa meniru. Oleh karena itu sebagian besar permainan di TK dilaksanakan melaui peniruan/imitasi. Pada masa ini anak akan menirukan segala tindak tanduk guru disekolah. Guru yang menghargai bermain akan selalu berusaha menjadi model atau panutan dalam kegiatan bermain bagi anak didiknya. Guru akan selalu berusaha mencari kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan bermain anaklalu mencoba melakukan hal yang di lakukan oleh anak.

5.      sebagai motivator
Guru sebagai motivator artinya guru harus dapat menjadi pendorong bagi anak untuk melakukan kegiatan bermain. Guru mendorong anak lebih akktif ketika bermain mendorong anak untuk melakukan eksplorasi, dan melakukan kegiatan untuk mendapatkan penemuan-penemuan  dan mendorong anak untuk menyalurkan rasa ingin tahu dan mencari atas`jawaban tersebut

6.      sebagai teman
Selain sebagai pendidik guru juga harus dapat berperan sebagai teman atau sahabat bagi anak dalam bermain. Dalam hal ini guru bertindak sebagai coplayer artinya guru mempunyai peran yang setara bagi anak. Guru menempatkan diri sebagai teman yang baik sehingga situasi bermain dan belajar menjadi akrab serta penuh kesenangan dan kegembiraan. Guru sebagai teman/sahabat berarti guru harus bersedia terjun berpartisipasi bermain bersama anak-anak berbaur dalam kegiatan yang dilakukan anak-anak. Di sini guru jangan selalu memberikan instruksi tetapi mengikuti aturan yang di buat anak.

D.     Guru Dalam Memilih dan Menetukan Alat Permainan
Memilih alat permainan untuk anak-anak dapat dikatakan “gampang-gampang susuah. Hal yang harus diperhatikan guru dalam memilih dan menentukan alat permainan sebagai berikut:


  • yang siap pakai begitu banyak pilihan yang ditawarkan. Guru harus pandai memilih dan selektif serta mempertimbangkan tahapan perkembangan anak secara keseluruhan
  • harus jeli memilih alat dan bahan yang tepat untuk suatu kegiatan bermain sehingga penggunannya dapat efektif dan efesien
  • perlu memikirkan alat permainan yang bervariasi
  • juga harus mempertimbangkan alat permainan yang dapat digunakan didalam atau diluar ruangan dan menggunakannya secara bervariasi sehingga kemampuan anak berkembang secara optimal
  • alat permainan yang bersifat mendidik sehingga membantu anak untuk mengembangkan kemampuan anak
  • alat permainan yang tepat yang dapat mendorong anak menyalurkan ide-idenya, fantasinya serta dapat berekspresi
  • permainan tidak harus dibeli tetapi bisa diperoleh dari lingkungan sekitar atau membuatnya sendiri. Anak akan lebih baik dilibatkan (berpartisipasi) dalam membuat alat permainan yang akan digunakan
  • perlu memperkenalkan permainan tradisional sehingga anak mengenal seni dan budaya bangsa yang beraneka ragam. Seperti congklak, bola bekel, dan lain-lain.

E. Guru dalam meyediakan aktifitas kreatif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak

Setiap anak memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda. Guru harus memperhatikan perbedaan tersebut agar dapat memberikan dan meyediakan kesempatan pada anak untuk dapat mengembangkan diri secara optimal.

F.  untuk guru dalam beberapa kegiatan bermain
a)    yang harus diperhatikan dalam Bermain drama


  • Pilih ide yang sederhana dan dekat dengan kehidupan dan pengalaman anak
  • Jangan memberikan tema pengalaman yang sudah terlalu lama untuk kegiatan bermain drama
  • Bantu anak mengingat kembali mengingat pengalamannya sebelum memberikan penjelasan kegiatan yang di lakukan
  • Mengatur panggung dengan sederhana dan peralatan yang sesungguhnya yang masih bagus
  • Upayakan alur cerita sesuai dengan rencana jika tidak mungkin prinsip fleksibelitas tetap dapat di gunakan
Ketika permainan berlangsung kurangi keterlibatan guru

b)      Yang diperhatiakn dalam Kegiatan bermain gerakan


  •  Guru menjelaskan permainan pada anak
  • Beri nama/judul pada setiap kegiatan yang di lakukan dengan kata-kata yang sesuai dengan tahap perkembangan anak
  • Siapkan semua perlengkapan sebelum kegiatan bermain di mulai
  • Minta anak untuk antri menunggu giliran dan bergantian jika permainannya menggunakan alat
  • Bila perlu beri contoh gerakan untuk mencegah kesalahan gerakan
  •  Berikan waktu anak-anak untuk praktik dan kreatif
c)      Yang harus diperhatikan dalam Bermain dengan musik


  • Berikan pilihan musik yang bervariasi
  • Gunakan musik untuk melakukan aktifitas
  • Susunlah jadwal kegiatan dengan musik dengan hati agar anak dapat berkonsentrasi dengan baik
  • Gunakan aktifitas dengan musik sebagai sarana untuk berbagi pengalaman

PERMAINAN GOLF



1. GOLF

            Golf adalah permainan luar ruang yang dimainkan secara perorangan atau tim yang berlomba memasukkan bola ke dalam lubang-lubang yang ada di lapangan dengan jumlah pukulan tersedikit mungkin. Bola golf dipukul dengan menggunakan satu set tongkat pemukul yang disebut klab (stik golf). Golf adalah salah satu dari permainan yang tidak memiliki lapangan permainan yang standar, melainkan dimainkan di padang golf yang masing-masing memiliki desain unik, dan biasanya terdiri dari 9 atau 18 hole(lubang). Aturan utama dalam golf adalah “memainkan sebuah bola dengan stik golf dari daerah tee (teeing ground) ke dalam lubang dengan satu pukulan atau beberapa pukulan berikutnya sesuai dengan Aturan”.

Anatomi padang golf



Padang golf Damai Indah, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

Bunker di Filton Golf Club, Bristol, Inggris

Olahraga golf dimainkan di suatu lahan yang dirancang secara khusus. Lahan ini biasa disebut lapangan golf atau padang golf (golf course). Suatu padang golf memiliki sejumlah lubang (hole) yang umumnya terdiri  dari 9 lubang atau 18 lubang.
            Pukulan pertama dimulai dari teeing ground. Pukulan pertama ini dinamakan teeing shot. Rumput di teeing ground dirawat dengan baik. Setelah pukulan pertama, pemain memukul bola lagi dari posisi bola terakhir setelah pukulan pertama. Bola itu bisa mendarat di fairway ataupun di rough. Rumput di fairway dipotong pendek sehingga bola mudah untuk dipukul. Sedangkan di rough, rumputnya lebih panjang daripada di fairway sehingga bola sulit untuk dipukul. Pemain terus memukul hingga bola masuk ke lubang (hole atau cup). Setiap hole hanya memiliki satu lubang.Setiap hole biasanya memiliki rintangan atau hazards. Rintangan terdiri atas dua macam yaitu; rintangan air seperti sungai atau danau, dan bungker (bunker) berupa cekungan berisi pasir.
            Green mengacu pada area putting. Di green, pemain hanya diperbolehkan memakai stik golf yang disebut putter. Rumput di green dipotong sangat pendek sehingga bola bisa bergulir dengan mudah. Lubang harus berdiameter 108 mm (4.25 inci), selalu berada di rumput dan memiliki kedalaman sedikitnya 100 mm (3.94 inci). Cup biasanya selalu ditandai dengan sebuah bendera sehingga pemain bisa melihatnya dari kejauhan.
Suatu course memiliki batas yang ditandai dengan pasak-pasak. Di luar tanda itu, dinamakan zona out of bounds atau singkatnya OB. Bila bola pemain mendarat di zona OB maka pemain akan menerima penalti 1 pukulan dan mengulang pukulan dari tempat sebelumnya.
            Pada kebanyakan lapangan golf, ada beberapa fasilitas tambahan yang bukan merupakan bagian course itu sendiri. Seperti practice range yang disertai practice green, bunker, dan driving area tempat melatih pukulan jarak jauh. Selain itu disediakan pula arena berlatih (practice course) yang biasanya lebih mudah dan lebih pendek daripada lapangan golf biasa.

Par
             Hole diklasifikasikan berdasarkan par. Par adalah jumlah pukulan yang diharapkan dapat dipenuhi pegolf yang bermain ‘aman’, di setiap hole.
            Sebagai contoh, pada hole par 4, seorang pemain golf yang memiliki kemampuan diharapkan untuk mencapai green dalam dua pukulan (satu kali teeing shot, atau pukulan pertama, dan satu pukulan mendekati hole ‘approaching shot’), dan melakukan dua kali putting untuk memasukkan bola ke lubang.
Dalam golf suatu hole bisa digolongkan ke dalam par 3, par 4, atau par 5.
            Par suatu hole biasanya ditentukan berdasarkan jarak dari teeing ground ke green. Jarak teeing ground ke green pada suatu hole ber-par 3 adalah antara 100 sampai 250yard (91-244 meter). Hole ber-par 4 adalah 251-475 yard (225-434 meter), sementara hole ber-par 5 lebih dari 476 yard (435 meter) walaupun ada juga hole par 5 yang sejauh 600 yard (548 meter).
Pada sebagian besar padang golf 18 lubang, total pukulan adalah 72 kali yang terdiri dari 4 lubang ber-par 3, 10 lubang ber-par 4, dan 4 lubang ber-par 5.
            Par sebuah hole dapat dinaikkan dan bisa pula diturunkan. Bila sebuah lapangan golf digunakan untuk turnamen tingkat internasional, hole par 5 yang dinilai terlalu pendek untuk ukuran rata-rata kemampuan pegolf kaliber internasional, maka kebanyakan hole par 5 yang pendek akan diturunkan par-nya menjadi hole par 4. Dalam kondisi seperti ini, adalah lumrah untuk kemudian bila kita menemukan lapangan golf yang 70 par atau 71 par saja (bukannya 72 par lagi).

Bermain golf
            Satu ronde biasanya terdiri atas 18 lubang. Dalam golf ada dua jenis permainan:stroke play dan match play. Pukulan pertama dipukul dari teeing ground kecuali pada permainan yang disebut foursomes (dua tim yang terdiri dari dua orang berkompetisi). Anggota dari setiap tim memukul bergantian dengan menggunakan satu bola.
            Pukulan-pukulan selanjutnya dipukul dari posisi bola terakhir mendarat. Pukulan pertama dari teeing ground disebut tee shot. Pukulan untuk mencapai green disebutapproach. Selanjutnya pukulan di green untuk menggulirkan bola ke lubang disebutputting. Bila pemain berhasil memasukkan bola ke lubang tidak dari green, maka pukulan itu disebut chip-in.
Dalam golf yang diincar adalah jumlah pukulan sesedikit mungkin. Pemain harus memasukkan bola ke lubang dengan jumlah pukulan yang sedikit. Makin sedikit makin baik.
            Pemain biasanya berjalan di lapangan untuk memukul bola selanjutnya, sendirian ataupun dalam suatu grup yang terdiri dari dua, tiga, atau empat orang. Pemain juga biasanya didampingi seorang caddy (caddie). Caddy bertugas membawa peralatan pemain dan membantu pemain menyelesaikan suatu hole dengan memberi saran.

Skor
            Skor dalam golf berbeda dengan skor dalam permainan lain. Pemain menang bila mendapat skor yang sedikit (bahkan hingga minus). Berbeda dalam sepak bola atau bola basket yang menentukan grup dengan skor terbanyak sebagai pemenang.

Istilah papan skor
   
Spesifikasi istilah
   
Definisi
-3 double-eagle (albatross): tiga pukulan di bawah par
-2 eagle :dua pukulan di bawah par
-1 birdie satu pukulan di bawah par
0 par jumlah pukulan sama dengan par
+1 bogey :satu pukulan di atas par
+2 double bogey :dua pukulan di atas par
+3 triple bogey: tiga pukulan di atas par

            Selain istilah-istilah di atas, ada juga yang dinamakan hole in one yaitu memasukkan bola dari teeing ground ke lubang dalam satu kali pukulan. Biasanya hole in one hanya terjadi pada hole ber-par 3.

Tipe pukulan dalam golf

Tee shot
adalah pukulan pertama dari teeing ground. Tee shot biasanya dilakukan dengan menggunakan driver (misalnya 1-wood) untuk hole yang panjang atau iron pada holeyang lebih pendek.

Fairway shot
Stik golf jenis iron atau wedge biasa digunakan untuk melakukan pukulan ini.
  
Bunker shot
Pukulan ini dilakukan jika bola mendarat di atas bunker. Pukulan ini biasanya menggunakan sand wedge.
 
Punch atau knockdown
      adalah pukulan rendah yang dilakukan untuk menghindari cabang pohon atau angin yang kuat di atas.
   
Putting
      adalah pukulan yang dilakukan di atas green dan menggunakan putter dan bagi sebagian besar pegolf merupakan pukulan tersulit.

 Approach shot
       adalah pukulan yang dilakukan untuk mendekatkan bola ke green. Pukulan ini biasanya dilakukan pada jarak yang sedang atau dekat. Tipe approach shot terdiri dari 3 jenis:

    * Pitch adalah approach shot yang menerbangkan bola ke atas green atau dekat green. Pitch shot biasa dilakukan dengan menggunakan iron 6 hingga lob wedge.

    * Flop adalah approach shot yang lebih tinggi lagi dan langsung berhenti sesaat setelah menghantam tanah. Pukulan ini dilakukan ketika pemain harus menghadapi rintangan untuk mencapai green. Flop biasa dilakukan dengan menggunakan stik golf sand wedgeatau lob wedge.

    * Chip adalah approach shot yang rendah ketika bola terbang rendah dan kemudian bergulir mengarah ke green.


Peralatan

Bola golf





Stik golf
            Ada tiga tipe stik golf (club) yaitu: wood, iron, dan putter. Wedge adalah iron yang digunakan untuk memukul pada jarak yang pendek. Wood digunakan untuk memukul jarak yang sangat jauh. Sedangkan iron pada jarak menengah. Putter hampir selalu digunakan untuk melakukan pukulan di atas green.


Tee digunakan untuk melakukan tee shot di atas teeing ground.
            Diameter bola golf minimum adalah 42,67 mm dan harus bermassa lebih dari 45,93 gram. Ada 3 jenis bola golf.
 Shaft
            Shaft (tangkai) digunakan di antara grip dan kepala club.

Peralatan lain
            Pegolf memakai sepatu khusus untuk golf dan mengenakan sarung tangan pada tangan sebelah kiri. Ada pula tee (pasak) yang digunakan untuk melakukan tee shot di atas teeing ground.

Amatir dan Profesional

            Ada dua jenis pemain dalam olahraga golf, yaitu “Amatir” (AM) dan Profesional (PRO).
Pegolf Amatir
            Pegolf amatir adalah pegolf yang bermain golf untuk kesenangan pribadi, dan berdasarkan kecintaan terhadap olahraga golf. Pegolf amatir tidak menerima/tidak diperbolehkan menerima hadiah uang dalam bermain golf. Bila terjadi pelanggaran, maka ‘status amatir’ pegolf ini akan hilang, dan tidak bisa disebut pegolf amatir lagi. Status amatir adalah syarat untuk bermain dalam turnamen amatir. Kehilangan status amatir akan mengakibatkan seorang pegolf tidak bisa bermain dalam turnamen amatir.
Pegolf Profesional
            Pegolf profesional adalah pegolf yang menjadikan bermain golf sebagai pekerjaan. Pegolf profesional diperbolehkan menerima hadiah uang dalam sebuah turnamen profesional. Untuk menjadi pegolf profesional, seorang pegolf perlu mengikuti semacam kualifikasi. Setelah lulus kualifikasi inilah seorang pegolf dapat menyandang predikat pegolf profesional dan berhak memegang kartu tanda pegolf profesional.

Reference
Berbagai sumber

Senin, 15 Februari 2016

Balance Position


Landing


Perkembangan Motorik Anak Usia Dini


Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak,Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya. Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.



Perkembangan motorik pada usia tertentu menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.


Pertumbuhan dan perkembangan fisik terbentuk sejak periode prenatal atau dalam kandungan. Perkembangan fisik manusia meliputi berbagai aspek yang dipengaruhi sistem dan fungsi organ tubuh. Sistem syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi. Sistem tulang dan otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik. Sistem hormonal atau endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku, emosi dan kepribadian,.

Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ dan fungsi system susunan saraf pusat atau otak. Sistem susunan saraf pusat yang sangat berperanan dalam kemampuan motorik dan mengkoordinasi setiap gerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya perkembangan sistem saraf otak yang mengatur otot memungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Perkembangan motorik anak dibagi menjadi Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, mmelompat, naik turun tangga. Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar, memotong, melempar dan menangkap bola serta memainkan benda-benda atau alat-alat mainan


Perkembangan motorik berbeda dari setiap individu, ada orang yang perkembangan motoriknya sangat baik, seperti para atlit yang mempunyai kemapuan lebih dalam berolahraga, tetapi juga terdapat pelukis yang dapat memainkan kuas diatas kanvas karena kemampuan motorik halusnya yang demikian baik. Jensi kelamin juga pun memiliki pengaruh dalam hal ini, anak perempuan pada usia sekolah mempunyai kelenturan fisiknya sekitar 5 %- 10 % lebih baik dari pada anak laki-laki, tapi kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat dan melempar lebih tinggi pada anak laku-laki dari pada perempuan.

Sistematika motorik anak adalah dijelaskan Dynamic System Theory yang mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya. Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak faktor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.

Kemampuan motorik anak berkaitan erat dengan self-image anak atau rasa percaya diri. Anak yang memiliki kemampuan motorik yang lebih baik di bidang olah raga akan menyebabkan dia dihargai teman-temannya. Peranan kemampuan motorik pada anak juga berpengaruh terhadap dorongan anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan komputer, bermain bola bola atau memainkan alat elektorik atau mainan lainnya..
Dengan kemampuan motorik baik, anak lebih dapat beradaptasi dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Kemampuan beradaptasi tersebut adalah anak dapat lebih dapat berteman dengan sesame saat melakukan aktifitas dengan minat yang sama dengan bermain bola atau menggambar. Sehingga dengan perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang terpinggirkan.
Deteksi Dini Kemampuan Motorik Anak

Deteksi dini dan pemantauan perkembangan motorik anak dengan melakukan tes Denver. Tes ini membagi perkembangan anak jadi empat, yaitu perkembangan personal sosial, perkembangan bahasa, serta perkembangan motorik kasar dan motorik halus adaptif. Perkembangan bayi akan diamati setiap 1 bulan sekali. Sedangkan balita, atau tepatnya setelah anak menginjak usia 2 tahun ke atas, cukup 3 bulan sekali. Tes Denver merupakan checklist untuk mempermudah pemantauan akan perkembangan anak, apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat itu atau tidak. Apakah anak sesuai dengan perkembangan anak sudah sesuai dengantahapan perkembangan usianya.
Deteksi Dini kemampuan Motorik Halus dan motorik kasar
Usia 1-2 tahun

Motorik Kasar
Motorik Halus
merangkak 
• berdiri dan berjalan beberapa langkah • berjalan cepat 
• cepat-cepat duduk agar tidak jatuh • merangkak di tangga • berdiri di kursi tanpa pegangan
• menarik dan mendorong benda-benda berat • melempar bola
mengambil benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk 
• membuka 2-3 halaman buku secara bersamaan 
• menyusun menara dari balok 
• memindahkan air dari gelas ke gelas lain 
• belajar memakai kaus kaki sendiri 
• menyalakan TV dan bermain remote 
• belajar mengupas pisang


Usia 2-3 tahun

Motorik Kasar
Motorik Halus
melompat-lompat • berjalan mundur dan jinjit 
• menendang bola • memanjat meja atau tempat tidur 
• naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir • berdiri dengan 1 kaki
mencoret-coret dengan 1 tangan 
• menggambar garis tak beraturan 
• memegang pensil 
• belajar menggunting 
• mengancingkan baju • memakai baju sendiri


Usia 3-4 tahun

Motorik Kasar
Motorik Halus
melompat dengan 1 kaki 
• berjalan menyusuri papan 
• menangkap bola besar 
• mengendarai sepeda • berdiri dengan 1 kaki
menggambar manusia 
• mencuci tangan sendiri 
• membentuk benda dari plastisin 
• membuat garis lurus dan lingkaran cukup rapi


Usia 4-5 tahun

Motorik Kasar
Motorik Halus
menuruni tangga dengan cepat 
• seimbang saat berjalan mundur 
• melompati rintangan 
• melempar dan menangkap bola 
• melambungkan bola
menggunting dengan cukup baik 
• melipat amplop 
• membawa gelas tanpa menumpahkan isinya 
• memasikkan benang ke lubang besar


Tahap Perkembangan Motorik Anak Secara Umum

Usia
Tahap Perkembangan
Tiga tahun
Berdiri di atas salah satu kaki selama 5-10 detik
Berdiri di atas kaki lainnya selama beberapa saat
Menaiki dan menuruni tangga, dengan berganti-ganti dan berpeganngan pada peganngan tangga
Berlari berputar-putar tanpa kendala
Melompat ke depan dengan dua kaki 4 kali
Melompat dengan salah satu kaki 5 kali
Melompat dengan sebelah kaki lainnya dalam satu lompatan
Menendang bola ke belakang dan ke depan dengan mengayunkan kaki
Menangkap bola yang melambung dengan mendekapnya ke dada
Mendorong, menarik dan mengendarai mainan beroda atau sepeda roda tiga
Mempergunakan papan luncur tanpa bantuan
Membangun menara yang terdiri dari 9 atau 10 kotak
Menjiplak garis vertical, horizontal dan silang
Menjiplak lingkaran
Mempergunakan kedua tangan untuk mengerjakan tugas.
Memegang kertas dengan satu tangan dan memepergunakan gunting untuk memotong selembar kertas berukuran 5 inci persegi menjadi dua bagian.
Empat tahun
Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik
Berjalan maju dalam satu garis lurus dengan tumit dan ibu jari sejauh 6 kaki
Berjalan mundur dengan ibu jari ke tumit
Lomba lari
Melompat ke depan 10 kali
Melompat kebelakang sekali
Bersalto/ berguling ke depan
Menendang secara terkoordinasi ke belakang dank e depan dengan kaki terayun dan tangan mengayun kea rah berlawanan secara bersamaan.
Dengan dua tangan menangkap bola yang dilemparkan dari jarak 3 kaki
Melempar bola kecil dengan kedua tangan ke pada seseorang yang berjarak 4-6 kaki darinya
Membangun menara setinggi 11 kotak
Menggambar sesuatu yang berarti bagi anak tersebut. Dapat dikenali orang lain
Mempergunakan gerakan-gerakan jemari selama permainan jari
Menjiplak gambar kotak
Menulis beberapa huruf
Lima tahun
Berdiri di atas kaki yang lainnya selama 10 detik
Berjalan di atas besi keseimbangan ke depan, ke belakang dan ke samping
Melompat ke belakang dengan dua kali berturut-turut
Melompat dua meter dengan salah satu kaki
Mengambil satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola
Menangkap bola tennis dengan kedua tangan
Melempar bola dengan memutar badan dan melangkah ke depan
Mengayun tanpa bantuan
Menangkap dengan mantap
Menulis nama depan
Membangun menara setinggi 12 kotak
Mewarnai dengan garis-garis
Memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan 2 jari
Menggambar orang beserta rambut dan hidung
Menjiplak persegi panjang dan segi tiga
Memotong bentuk-bentuk sederhana.


Dalam penelitian yang dilakukan Widodo Judarwanto seringkali seorang anak lebih dominan pada salah satu kemampuan motorik halus atau atau motorik kasar. Dalam peneilitian tersebut didapatkan 2 kelompok besar anak dengan kemampuan dan karakteristik tertentu.Bila seorang mengalami gangguan motorik kasar biasanya seringkali diikuti oleh gangguan keseimbangan atau gangguan vestibularis dan gangguan sensoris.Gangguan sensoris yang terjadi adalah sensitif terhadap rangsangan suara (frekuensi tinggi) , rangsangan cahaya (silau) dan rangsangan raba (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik). Pada gangguan sensoris pada rangsangan raba kaki anak sering mengalami jalkan jinjit atau kaki tidak dapat menapak dengan baik dapat dilihat pada aloas kali yang dipakai seringkali menipis tidak rata. Kondisi inilah yang sering terjadi anak terlambat jalan atau mempunya kontribusi kelainan kaki berbentuk O atau X. Pada anak yang mengalami gangguan motorik halus biasanya seringkali disertai gangguan konsentrasi tetapi mempunyai kemampuan kecerdasan motorik kasar atau olahtraga yang baik/


1. Karakteristik Anak dengan Kecerdasan Motorik Kasar Baik

Kemampuan berjalan cepat mengikuti fase duduk dan merangkak sesuai usia yaitu 6-8 bulan

Sangat senang berolah raga yang berkaitan dengan kaki khususnya sepakbola dan berlari. Biasaya anak dalam kelompok ini menyenangi hampir semua jenis olah raga
Biasanya anak lebih senan bermain di luar rumah tidak senang aktifitas di dalam rumah
Prestasi olahraga sangat bagus
Mempunyai kendala dalam aktifitas motorik halus seperti menulis, menggambar dan kerajinan tangan.
Tidak senang dengan aktifitas membaca dan kerajinan tangan.
Kelebihan semua olahraga akan berprestasi baik kecuali apada beberapa kasus olahraga dengan kemampuan tangan dan senam tidak optimal.
Harus sering dilatih ketrampilan halus seperti melukis , menggambar atau bermain permainan motorik halus
Harus dioptimalkan kemampuan kecerdasan motorik kasarnya seperti olahraga agar berprestasi

2. Karakteristik Anak dengan Kecerdasan Motorik Halus Baik
Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dan lebih baik dilakukan.
Kemampuan berjalan agak terlambat. Demikian pula kemampuan motorik lainnya terlambat seperti bolak-balik, duduk atau merangkak tidak sesuai usia. Bahkan biasanya anak tidak mengalami fase merangkak.
Sering mengalami gangguan motorik kasar biasanya seringkali diikuti oleh gangguan keseimbangan atau gangguan vestibularis dan gangguan sensoris
Pada usia di bawah 2-3 tahun bila berjalan sering sempoyongan, sering tersandung atau terjatuh dan bila jatuh sering terbentur kepala. Padahal anak lainnya bial jatuh jarang terbentur kepalanya.

Sering mengalami masalah gangguan saluran cerna terutama saat bayi dengan keluhan utama sering muntah, Gastrooesepageal refluks dan gangguan cerna lainnya seringkali.
Biasanya penderita ini juga mengalami gangguan koordinasi motorik mulut seperti keterlambatan bicara, gangguan berbicara (cadel, mengucapkan kata yang tidak jelas atau hanya ujung-ujungnya) dan mengalami gangguan mengunyah dan menelan. Gangguan mengunyah dan menelan ini diistilahkan dengan picky eaters atau pemilih. Biasanya makanan yang sering dihindari atau tidak disukai adalah sayur tertentu seperti kangkung, sawi, empal daging sapi atau nasi atau makanan lain yang berserat. Makanan yang disukai adalah mi, telor, daging ayam, sayur tertentu seperti wortel, brokoli, bayam, kentang, krupuk, biscuit atau makanan yang remnyah, “kriuk” atau crispy lainnya. Hal ini terjadi bukan karena suka tidak suka tetapi masalah makan yang udah dikunyak atau tidak. Biasanya kelompok anak seperti ini sering terjadi pada penderita alergi dan intoleransi makanan

Gangguan sensoris yang terjadi adalah sensitif terhadap rangsangan suara (frekuensi tinggi) , rangsangan cahaya (silau) dan rangsangan raba (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik). Pada gangguan sensoris pada rangsangan raba kaki anak sering mengalami jalkan jinjit atau kaki tidak dapat menapak dengan baik dapat dilihat pada aloas kali yang dipakai seringkali menipis tidak rata. Atau posisi kaki tidak baik seperti bentiuk ”O” atau ”X”.

Tidak menyenangi olahraga atau aktifitas berlari. Biasanya anak lebih nyaman bermain dalam rumah tidak senang aktifitas di luar rumah
Senang bermain game atau computer atau membaca
Harus sering dilatih ketrampilan motorik kasar dan keseimbangan seperti bermasin ayunan, renang, bermain luncuran, berjalan di atas balok titian, bermain ayunan. Pada bayi dilakukan dengan senam bayi atau berlatih keseimbangan dengan balon karet dilakukan posisi duduk, tengkurap dan terlentang di atas ba;on karet tersebut dann dilakukan gerakan atau goyangan dalam 5-15 menit secara kontinyu dan bertahap.
Harus dioptimalkan kemampuan kecerdasan motorik kasarnya seperti olahraga agar berprestasi

Olahraga yang berkaitan dengan ketrampilan tangan berpotensi dapat berkembang seperti basket. tennis, golf, tennis meja atau bulutangkis.
Stimulasi dan intervensi Sejak dini
Stimulasi yang bisa diberikan unruk mengoptimalkan perkembangan motorik anak adalah:
Lakukan stimulasi dan permainan yang bersifat : kemampuan kontrol motorik koordinasi mata dan tangan, kemampuan memecahkan persoalan, emampuan mengikuti petunjuk dan arahan, kemandirian dan kepercayaan diri dan melatih swensitivitas indra peraba.
Keterampilan berolah raga (seperti senam) atau menggunakan alat-alat olah raga. Dan latihlah gerakan-gerakan permainan, seperti meloncat, memanjat dan berlari.
Perkembangan motorik anak akan lebih teroptimalkan jika lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka untuk bergerak bebas. Kegiatan di luar ruangan bisa menjadi pilihan yang terbaik karena dapat menstimulasi perkembangan otot. Jika kegiatan anak di dalam ruangan, pemaksimalan ruangan bisa dijadikan strategi untuk menyediakan ruang gerak yang bebas bagi anak untuk berlari, berlompat dan menggerakan seluruh tubuhnya dengan cara-cara yang tidak terbatas. Selain itu, penyediaan peralatan bermain di luar ruangan bisa mendorong anak untuk memanjat, koordinasi dan pengembangan kekuatan tubuh bagian atas dan juga bagian bawah. Stimulasi-stimulasi tersebut akan membantu pengoptimalan motorik kasar. Sedangkan kekuatan fisik, koordinasi, keseimbangan dan stamina secara perlahan-lahan dikembangkan dengan latihan sehari-hari. Lingkungan luar ruangan tempat yang baik bagi anak untuk membangun semua keterampilan ini.

Kemampuan motorik halus bisa dikembangkan dengan cara anak-anak menggali pasir dan tanah, menuangkan air, mengambil dan mengumpulkan batu-batu, dedaunan atau benda-benda kecil lainnya dan bermain permainan di luar ruangan seperti kelereng. Pengembangan motorik halus ini merupakan modal dasar anak untuk menulis. Berlatih secara rutin keterampilan untuk menulis dan menggambar.
Latihan ketrampilan motorik kasar dan keseimbangan seperti bermasin ayunan, renang, bermain luncuran, berjalan di atas balok titian, bermain ayunan. Pada bayi dilakukan dengan senam bayi atau berlatih keseimbangan dengan balon karet dilakukan posisi duduk, tengkurap dan terlentang di atas ba;on karet tersebut dann dilakukan gerakan atau goyangan dalam 5-15 menit secara kontinyu dan bertahap.
Status gizi dan asupan nutrisi juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan motorik anak. Pada keadaan kurang energi dan potein (KEP), anak menjadi tidak aktif, apatis, pasif, dan tidak mampu berkonsentrasi. Akibatnya, anak dalam melakukan kegiatan eksplorasi lingkungan fisik di sekitarnya hanya mampu sebentar saja dibandingkan dengan anak yang gizinya baik, yang mampu melakukannya dalam waktu yang lebih lama. Untuk melakukan suatu aktivitas motorik, dibutuhkan ketersediaan energi yang cukup banyak. Tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari melibatkan suatu mekanisme yang mengeluarkan energi yang tinggi, sehingga yang menderita KEP (Kurang Energi Protein) biasanya selalu terlambat dalam perkembangan motor milestone. Sebagai contoh, pada anak usia muda, komposisi serat otot yang terlibat dalam pergerakan kontraksi kurang berkembang pada anak yang kurang gizi. Keadaan ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang sehingga terjadi pertumbuhan badan yang terlambat.

Permainan yang sangat membantu mengasah kemampuan motorik halus si kecil, dan yang tak kalah penting mereka menyukainya. Salah satu contohnya adalah memasukkan kunci dalam celah.Caranya : Ambil lima kunci yang besarnya hampir sama. Buatlah sebuah celah pada tutup kaleng yang terbuat dari plastik. Celah ini harus cukup besar sehingga kunci akan lebih mudah masuk ke wadah dengan sedikit dorongan. Kemudian minta sikecil untuk memaskkan kunci-kunci ini ke dalam wadah melalui celah tutup. Kunci yang dimasukkan ini akan mengeluarkan bunyi bila terjatuh ke dalam dasar keleng. Tirukan secara verbal bunyi kunci yang jatuh ini. inta sikecil menjatuhkan semua kunci ini sampai semuanya berada dalam kaleng. Selanjutnya buka tutup kaleng, keluarkan semua kunci dan ulangi masukkan lewat celah seperti langkah awal di atas. Sebagai variasi benda-benda lain dapat digunakan. Misalnya kancing, uang logam dan benda-benda lain yang dapat masuk lewat celah. Benda-benda ini tidak hanya memberikan pengalaman baru untuk si kecil.

Kemampuan motorik setiap anak berbeda, pada umumnya anak yang mempunyai kemampuan motorik halus baik mengalami kemampuan motorik kasar yang kurang baik begitu juga sebaliknya. Secara umum terdapat kelompok anak dengan kemampuan motorik halus lebih dominan dan kemampuan motorik kasar lebih dominan
Stimulasi dan intervensi sejak dini untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan motorik harus dilakukan sejak dini sesuai dengan kelebihan dan kekurangannya.
Orangtua harus dapat memahami dan mendeteksi kelebihan dan kekurangan kecerdasan motorik anak sehingga dapat meningkatkan prestasi pada kelebihannya tetapi sebaliknya dapat melatih kekurangannya agar tidak lebih tertinggal.

Kelebihan motorik halus dan motorik kasar seorang anak bila terdeteksi sejak dini dan dilakukan stimulasi dan latihan lebih rutin sejak kecil akan menghasilkan prestasi besar sesuai dengan kelebihan tingkat motoriknya. Bila tidak dilakukan stimulasi dan latihan Ssejak dini hanya akan menghasilkan sekedar hobi bagi aktifitas yang digelutinya.


Magic Ball


Mini Journey


Balance Variation


Modifikasi Voley


Workshop Aktivitas untuk Usia Dini

Bincang-bincang tentang aktifitas fisik untuk usia dini https://www.youtube.com/watch?v=VdAdddnLMKg